SMP 1 Bukit Berlakukan Proses Belajar Mengajar Secara Tatap Muka dan Daring

13-07-2020 18:07:59


Redelong- Memasuki tahun ajaran baru 2020 /2021 bagi daerah yang ditetapkan masuk zona hijau Covid-19, proses belajar mengajar secara tatap muka untuk sekolah tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat sejak tanggal 13 Juli 2020 sudah diperbolehkan, namun harus mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.

Begitu juga di Kabupaten Bener Meriah, sejumlah sekolah sudah memberlakukan proses belajar mengajar secara tatap muka dengan ketentuan protokol kesehatan. 

Kepala SMP Negeri 1 Bukit Kabupaten Bener Meriah, Jaliman saat dikonfirmasi, Senin ( 13/7/2020 ) menyampaikan, karena Kabupaten Bener Meriah ditetapkan zona hijau mulai hari ini diberikan kesempatan untuk mencoba kembali proses belajar mengajar secara tatap muka dengan catatan harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka mencegah terjangkitnyan Covid-19. 

Oleh sebab itu kami dari pihak sekolah SMP 1 Bukit menindaklanjuti untuk pengaturan anak-anak karena jumlah siswa disini banyak maka kita jadikan dua kelompok yakni kelompok A dan kelompok B. “Jadi setiap harinya bergantian antara kelompok A dan B dimana untuk hari ini kelompok A belajar secara tatap muka, sementara untuk kelompok B hari ini belajar secara daring (online). Sebaliknya untuk hari esok kelompok B yang belajar secara tatap muka disekolah dan kelompok A secara daring, jelas Jaliman.

Ia berharap, semoga dalam proses belajar mengajar secara tatap muka disekolah tidak terjadi sesuatu hal yang terkendala kerena semua persyaratan untuk dapat melaksanakan proses belajar secara tatap muka dengan protokol kesehatan telah kita penuhi, dan mudah-mudahan ini menjadi harapan kita bersama untuk kemajuan anak-anak kita ke depan, pungkas Jaliman. 

Diterangkan Jaliman, seperti hari normalnya SMP 1 Bukit yang tergolong sekolah yang besar dimana satu ruangan diisi sebanyak 32 nanun karena ini dalam kondisi Covid-19 yang harus menerapkan protokol kesehatan maka itu kita pecah menjadi 16 siswa perkelas. 

“Jumlah keseluruhan siswa yang ada di sini mencapai 335 siswa. Hal lain sesuai dengan anjuran jam belajar juga kita persingkat masuk mulai pukul 08.30 wib hingga pukul 12.00 wib kurang lebih selama 4 jam pelajaran setiap hari," tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, durasi belajar kita kurangi seminsal seperti jam pelajaran Matematik sesuai kurikulum 6 jam namun saat ini kita durasikan  menjadi 4 jam sehingga mata pelajaran lain juga dapat, papar Jaliman.

Jaliman memaparkan, sebelum para siswa  masuk maka harus dipastikan dahulu apakah mereka memakai masker, karena hari ini hari pertama masuk bagi siswa yang tidak memakai masker kita bagikan semua. Setelah itu terhadap siswa juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan sebelum masuk kelas juga wajib mencuci tangan pada tempat yang telah kita sedikan.

“Jika saat dilakukan pemeriksaan suhu tubuh ada anak yang mengalami demam atau kurang sehat  maka kita lakukan isolasi di ruangan yang telah disediakan selama beberapa waktu. Kemudian mungkin ia mengalami stres dan mengalami suhu tubuhnya naik dan apa bila setelah melalui jeda yang kita periksa selama dua sampai tiga kali dan suhu tubuhnya tidak turun maka kita akan komunikasikan dengan orang tuanya,“ terang Jaliman.

Sementara itu salah seorang sisiwi SMP 1 Bukit, Suciniate mengatakan, kami sangat bahagia akhirnya belajar secara tatap muka disekolah sudah dibolehkan lagi. Karena kurang lebih sudah tiga bulan ini kami tidak masuk ke sekolah.

“Selama tiga bulan ini  sudah tidak melaksanakan belajar secara tatap muka, dan sesekali  kadang saya mengikuti  proses belajar secara daring (online). Dengan dibolehkan belajar secara tatap muka disekolah kami semua sangat senang,“ ujarnya. (gn)

Facebook Fans Page